Jumat, 10 Maret 2017

TUGAS 1 ETIKA PROFESI



ELSA MASYITA NASABKHAN / 4ID01 / 32413879
TUGAS 1
ETIKA PROFESI

1.        Karakter-karakter tidak beretika dalam kehidupan sehari-hari
Ada Etika deskriptif dan normatif. Etika deskriptif merupakan etika yang berbicara tentang suatu fakta yaitu tentang nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam kehidupan masyarakat misalkan adat istiadat, kebiasan, hal yang dianggap baik/buruk, dan tindakan yang boleh/tidak boleh dilakukan. Karakter yang tidak beretika dari etika deskriptif berarti karakter-karakter yang bertentangan dengan hal yang sudah membudaya dalam kehidupan masyarakat. Misalkan anak perempuan yang keluar malam-malam. Dalam budaya masyarakat tertentu hal ini dianggap tidak baik atau tidak beretika. Selain etika deskriptif ada juga etika normatif.
Etika normatif merupakan etika yang memberikan penilaian serta himbauan kepada manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku seperti kejujuran, kedisplinan, loyalitas dll. Karakter yang tidak beretika pada etika normatif adalah karakter yang berlawanan dengan etika normatif seperti berbohong, tidak disiplin dsb.
Tidak menaati peraturan yang ditetapkan oleh Fakultas dan Para Dosen yang mendidik kita. Karakter yang keempat yaitu tidak menaati peraturan yang ada contohnya seperti larangan merokok dalam gedung namun masih banyak mahasiswa yang melanggar peratiran tersebut.
Karakter pemarah, sesorang yang cenderung memiliki sifat pemarah seringkali tidak dapat mengkontrol dirinya sehingga akan menimbulkan beberapa kerugian baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
 Berbohong dalam segala hal. Karakter kedua yaitu berbohong, sikap tidak beretika ini memiliki sikap tidak jujur terhadap diri sendiri akan kemampuannya. Sikap berbohong ini akan menyebabkan ketergantungan dan dapat mengulangi kesalahannya tersebut.
 Berperilaku tidak sopan dan santun dalam bergaul di lingkungan kampus dan di masyarakat umum. Karakter berperliaku tidak sopan dan santun sangat tidak beretika dalam kehidupan sehari-hari karna tidak akan manifestasi dari kedewasaan dalam berfikir maupun bertindak. sehingga orang lain akan memandang rendah terhadap dirinya sendiri.
 Plagiat, menyontek dalam segala hal. Karakter yang ketiga yaitu prilaku yang tidak beretika dimana melanggar mkode menjunjung tinggi kejujuran ilmiah dengan tidak menaati kaidah keilmuan yang berlaku seperti menyontek, plagiat, memalsu tandatangan kehadiran.

  Melanggar peraturan lalu lintas. Banyak para pengendara baik mobil maupun motor yang menghiraukan setiap aturan yang ada dalam berkendara. Dengan tidak menggunakan perlengkapan safety sebaiknya ataupun tidak mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan bahkan mengancam keselamatan individu maupun pengguna jalan lainnya.
Membuang sampah sembarangan. Masih banyak masyarakat Indonesia yang memiliki etika tidak baik, terutama dalam memperhatikan lingkungan dengan membuang sampah sembarangan. Banyak dari mereka ketika membuang sampah berkata “Cuma sedikit, gak kenapa-kenapalah..”, padahal pada kenyataannya sedikit sampah tapi dari ribuan jiwa bisa jadi bukit juga. Salah satu dampak dari membuang sampah sembarangan yaitu mengakibatkan banjir. Masyarakat yang tadinya membuang sampah sembarangan ketika terjadinya banjir, banyak dari mereka malah menyalahkan pemerintah yang tidak baik dalam mengatasi kotanya.
Berbicara kasar di depan umum. Hal tersebut dianggap tidak beretika karena jika berbicara kasar kepada seseorang di depan umum berarti tidak menghargai orang tersebut. Selain itu juga tidak mempedulikan kondisi lingkungan sekitar. Berbicara kasar juga membuat diri kita sendiri dipandang sebagai seorang yang tidak baik oleh orang yang mendengarkan

2.        Aktivitas tidak beretika profesional dalam bekerja sebagai seorang sarjana Teknik Industri.
Tidak bertanggung jawab. Sikap tidak beretika profesional seperti ini menyebabkan terhambatnya tujuan perusahaan serta merugikan rekan kerja lainnya karena harus mengerjakan ulang pekerjaan yang ditangani asal-asalan.
Tidak menghargai pekerjaan ataupun pendapat pekerja lainnya. Hal seperti ini sangat tidak beretika profesional dalam melakukan pekerjaan. Membangun hubungan yang baik dengan karyawan atau pekerja lainnya, dengan menghargai setiap pekerjaannya ataupun pendapatnya seseorang. Hal tersebut apabila tidak dipedulikan akan membuat suasana kerja tidak nyaman karena adanya rasa persaingan.
Tidak jujur. Contohnya adalah agar mendapatkan keuntungan yang lebih dari hasil kerja tidak mengambil barang yang merupakan milik perusahaan dan menjualnya keluar.
Tidak tepat waktu. Datang maupun pergi tidak dalam waktu yang tepat. Dalam dunia kerja ketepatan waktu adalah hal terpenting, sehinga orang yang terbiasa tidak tepat waktu dalam bekerja akan diperhitungkan dalam penilaiannya dan terancam di PHK karena telah membuat perusahaan rugi.
Menghina dan menghujat hasil pekerjaan orang lain karena pekerjaan yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan. Meskipun hasil pekerjaan tersebut mengecewakan, namun kita tidak boleh menghujat atau menghina hasil pekerjaan tersebut. Sebagai pekerja professional menghargai pekerjaan orang lain adalah penting, karena dengan menghargai, kita dapat dihargai.

3.        Jelaskan pentingnya memahami etika profesi untuk sarjana teknik industri!
Etika profesi diartikan sebagai sikap menegakkan aturan-aturan yang disepakati sesuai dengan batasan-batasan dalam melakukan pekerjaan, berdasarkan keterampilan maupun pengetahuan khusus. Sehingga sangat penting untuk sarjana teknik industri dalam memahami etika profesi yaitu untuk menjadi seorang yang bertanggung jawab dalam menjalankan setiap pekerjaannya. Selain itu juga mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom.

4.        Organisasi profesi yang relevan untuk Prodi Teknik Industri selain PII
Terdapat beberapa organisasi profesi teknik industri, diantaranya adalah
Ikatan Sarjana Teknik dan Manajemen Industri (ISTMI). ISTMI sebagai organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22 Nopember 1986 di Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah diterima di kalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas konvensional keteknikan atau keindustrian.
IIE (Institute of Industrial and System Engineering). Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah lembaga profesional yang berdedikasi semata-mata untuk mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas.
BKSTI (Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri Indonesia). BKSTI sebagai forum kerjasama antar penyelenggara pendidikan tinggi teknik industri se Indonesia. Tujuan dan Hasil yang diperoleh dari acara tersebut diantaranya adalah sebagai wadah bagi pemangku kepentingan penyelenggara pendidikan tinggi Teknik Industri dalam mendukung komunikasi dan perumusan ide-ide inovatif, kreatif dan bernilai tambah, sebagai wadah bagi peneliti dan praktisi teknik industri dalam berbagi pengetahuan, penelitian, dan pengalaman.
Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI). Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) adalah organisasi profesi tingkat nasional yang beranggotakan para pakar, pemakai dan peminat. Ergonomi di berbagai bidang yang bersama-sama berhimpun dalam suatu wadah untuk menggalang kemampuan dalam bidangnya masing-masing, membina ergonomi baik dalam keilmuan maupun dalam pemakaiannya sehingga potensi ergonomi dalam Pembangunan Nasional dapat lebih digali dan diwujudkan secara nyata. PEI bertujuan untuk mengembang serta menerapkan iilmu ergonomi dalam berbagai kegiatan teknologi, industri dan berbagai kegiatan lain yang menuntut pendekatan ergonomis, dengan sasaran mencapai keselarasan hubungan timbal-balik antara manusia, alat dan lingkungannya, serta untuk menjaga keseimbangan hubungan unsur-unsur fisikal, sosial, psikologikal bagi peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.

5.        Organisasi Profesi Beserta Kode Etik yang Relevan dengan Bidang Teknik Industri
Berikut ini adalah berbagai organisasi profesi yang relevan dengan Teknik Industri :
a.    E-Mailing list Group Komunitas Teknik Industri Indonesia (KTII)
Grup milis ini adalah wadah terhimpunnya komunitas profesi Teknik Industri dan merupakan wahana dan media komunikasi, diskusi dan silaturahmi. KTII dibentuk oleh 3 pilar organisasi profesi dengan latar belakang Teknik Industri yaitu BKTI-PII (Badan KeJuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia), BKSTI (Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri) dan ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri), bertujuan untk membangun dan mengembangkan keprofesian di bidang Teknik Industri.
b.    IIE (Institute of Industrial and System Engineering)
Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah lembaga profesional yang berdedikasi semata-mata untuk mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas. Lembaga ini didirikan pada 1948 dan disebut American Institute of Industrial Engineers sampai 1981, ketika nama ini diubah untuk mencerminkan basis keanggotaan internasionalnya. Anggota termasuk mahasiswa baik dan kaum profesional. IIE menyelenggarakan konferensi regional dan nasional tahunan di Amerika Serikat. IIE bermarkas di Amerika Serikat di Norcross, Georgia, pinggiran yang terletak di timur laut Atlanta.
c.    Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI)
Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI) adalah organisasi tingkat nasional yang beranggotakan para pakar, pemakai dan peminat ergonomi di berbagai bidang yang bersama-sama berhimpun dalam satu wadah untuk menggalang kemampuan dalam bidangnya masing-masing membina ergonomi baik dalam keilmuan maupun dalam pemakaiaanya sehingga potensi ergonomi dalam pembangunan Nasional dapat lebih berkembang. PEI didirikan pada tanggal 10 Oktober 1987 di Gedung Laboratorium Teknolobi 111 Institut Teknologi Bandung. PEI bertujuan untuk mengembangkan serta menerapkan ilmu ergonomi dalam berbagai kegiatan teknologi, industri dan berbagai kegiatan lain yang menuntut pendekatan ergonomis dengan sasaran mencapai keselarasan hubungan timbal balik antara manusia, alat dan lingkungannya. Selain itu untuk menjaga keseimbangan hubungan unsur-unsur fisikal,sosial, psikologikal bagi peningkatan kualitas hidup yang lebih baik.
d.   ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia)
ISTMI sebagai organisasi profesi dari disiplin Ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia lahir pada tanggal 22 Nopember 1986 di Jakarta. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah diterima di kalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaannya sudah menembus batas-batas konvensional keteknikan atau keindustrian.
e.    Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia (PATI)
PATI merupakan suatu wadah pembinaan profesi para ahli teknik dalam pembangunan nasional, yang didirikan di Jakarta pada tanggal 25 Juni 1985.PATI berdiri berdasarkan PANCASILA dan merupakan Organisasi profesi Keteknikan non-politik dan tidak berafiliasi dengan Organisasi Sosial. PATI didirikan denMelaksanakan maksud untuk persatuan pembinaan profesi para ahli teknik dalam pembangunan nasional. Serta menghimpun segenap Ahli teknik Indonesia dalam usaha meningkatkan produktifitas nasional.

Kode Etik Profesi Berdasarkan Organisasi Profesi Yang Relevan Dengan Teknik Industri.
Sarjana Teknik Industri diarahkan untuk memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kuat dan sistemik dengan pendekatan multi-disiplin tentunya dalam kerangka keilmuan teknik industri. Keilmuan teknik industri sendiri merupakan keilmuan teknik yang unik karena telah mengandung pendekatan multi-disiplin dalam pendefinisian keilmuannya. Suatu penguasaan pengetahuan di bidang tertentu disebut juga kepakaran. Ada juga yang mengatakan bahwa kepakaran merupakan pemahaman yang luas dari tugas atau pengetahuan spesifik yang diperoleh dari pelatihan, membaca dan pengalaman. Sedangkan kepakaran seorang sarjana teknik industri dapat dikatakan sebagai keahlian khusus (kompetensi) yang harus dimiliki seorang sarjana teknik industri. Seorang professional teknik industri seringkali membanggakan kompetensinya dalam berbagai hal mulai dari proses perancangan produk, perancangan tata-cara kerja sampai dengan mengembangkan konsep-konsep strategis untuk mengembangkan kinerja industri.
Pada dasarnya, ilmu Teknik Industri dapat dibagi ke dalam tiga bidang keahlian, yaitu :
1.      Sistem Manufaktur. Bidang ini memanfaatkan pendekatan Teknik Industri untuk peningkatan kualitas, produktivitas, dan efisiensi sistem integral (manusia, mesin, material, energi, dan informasi) melalui proses perancangan, perencanaan, pengoperasian, pengendalian, pemeliharaan, dan perbaikan dengan menjaga keselarasan aspek manusia dan lingkungan kerjanya.
2.      Bidang keahlian Manajemen Industri. Bidang ini cenderung bergerak ke arah persoalan-persoalan yang bersifat makro dan strategis. Persoalan yang dihadapi seringkali sudah tidak ada lagi bersangkut-paut dengan problem yang timbul di lini produksi (sistem produksi) ataupun manajemen produksi/industri; melainkan sudah beranjak ke persoalan diluar dinding-dinding pabrik.
3.      Bidang keahlian Sistem Industri dan Tekno-Ekonomi. Bidang ini memanfaatkan pendekatan Teknik Industri untuk meningkatkan daya saing sistem integral (tenaga kerja, bahan baku, energi, informasi, teknologi, dan infrastruktur) yang berinteraksi dengan komunitas bisnis, masyarakat, dan pemerintah.
Sementara itu berdasarkan BKSTI terdapat beberapa standar kompetensi lulusan teknik industri, yaitu:
a)      Memahami dan mampu memakai alat analitis dan komputasional
b)      Memahami dan mampu melakukan pengumpulan dan pengolahan data serta merancang eksperimen dan menganalisis data hasil eksperimen
c)      Mampu merancang sistem integral yang terdiri dari manusia, material, informasi, peralatan dan energi serta menentukan performansinya dengan pendekatan system
d)     Mampu mengidentifikasikan dan memformulasikan masalah perbaikan dalam sistem integral dengan menggunakan pendekatan system
e)      Mampu mencari solusi dari masalah yang diformulasikan
f)       Mampu membuat keputusan untuk mengimplementasikan hasil-hasil pemecahan masalah dan mempunyai wawasan luas sehingga dapat memahami dampak terhadap konteks sosial, lingkungan, lokal maupun global
g)      Mampu beradaptasi terhadap teknik dan alat analisis baru yang diperlukan dalam menjalankan profesi keteknikindustriannya
h)      Mampu berkomunikasi dengan efektif
i)        Mampu bekerja sama dalam tim secara efektif baik sebagai pemimpin maupun anggota
j)        Memahami dan menyadari tanggung jawab profesi dan etika.
Sedangkan tanggung jawab profesi yang lebih spesifik seorang professional diantaranya:
a)      Mencapai kualitas yang tinggi dan efektifitas baik dalam proses maupun produk hasil kerja profesional.
b)      Menjaga kompetensi sebagai profesional.
c)      Mengetahui dan menghormati adanya hukum yang berhubungan dengan kerja yang profesional.
d)     Menghormati perjanjian, persetujuan, dan menunjukkan tanggung jawab.

Refrensi Sumber Jawaban
http://galangal-ayyubi.blogspot.co.id/2014/06/tugas-etika-profesi.html

Senin, 07 November 2016

TUGAS SOFTSKILL "KEWIRAUSAHAAN"



1. Jelaskan pengertian kewirausahaan dan apa pentingnya ilmu kewirausahaan bagi seorang wirausaha!
Jawaban :
Kewirausahaan merupakan suatu keberanian untuk melakukan upaya upaya memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, atas dasar kemampuan dengan cara manfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
Pentingnya untuk menumbuhkan semangat pada calon-calon wirausaha agar lebih termotivasi dan lebih serius untuk menjadi wirausahawan.  Seorang wirausaha harus memiliki pengetahuan khusus terkait dengan bisnis yang akan dijalankan. Tanpa mengetahui seluk-beluk produk atau dinamika market tertentu, seorang wirausaha menempatkan dirinya pada kegagalan. Kurangnya pengetahuan akan membuat keputusan yang buruk dan belajar dari kesalahan yang mahal bukanlah hal yang mudah bagi seorang wirausaha.
Ketika seorang wirausaha mengatur bisnis, hanya ada satu peluang yang sempit satu atau paling banyak dua tahun dimana seorang wirausaha harus sukses sebelum dirinya kehabisan sumber atau energi. Terlepas dari pengetahuan khusus, seorang wirausaha juga harus memahami dasar area dan perdagangan bisnisnya dengan cepat, mulai dari akun dan administrasi sampai marketing dan produksi.

2. Sebutkan motivasi seseorang untuk melakukan wirausaha!
Jawaban :
Ada lima kategori teori motivasi yaitu kebutuhan (needs), penguatan (reinforcement), keadilan (equity), harapan (expectancy), dan tujuan (goal). Dari kelima teori tersebut maka teori expectancy dan teori goal merupakan model teori yang paling berpengaruh dalam motivasi kewirausahaan. Dalam teori expectancy tersedia kerangka kerja untuk memahami mengapa dan bagaimana beberapa orang memilih untuk menjadi wirausahawan. Sedangkan, Goal theory merupakan teori yang dapat diuji dalam memprediksi kinerja kewirausahaan. Dalam hal ini, wirausahawan yang memiliki tujuan yang lebih tinggi akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menjadikan organisasi lebih mampu bertahan dan mampu tumbuh lebih besar dibandingkan dengan wirausahawan yang memiliki tujuan yang lebih rendah.

3. Apa yang menjadi hambatan seseorang untuk menjadi wirausahawan?
Jawaban :
· Sulit untuk mendapatkan modal
Memang untuk menjalankan suatu bisnis tidak harus melulu membutuhkan modal. Bisnis dropshipperan juga bisa dikatakan tanpa memerlukan modal. Kita hanya perlu skill menjual. Namun bagaimanapun sebagai pemula yang baru akan menjalankan bisnis. Saya justru lebih setuju jika harus mengeluarkan modal untuk menjalankan bisnis. Tujuannya apa? Agar ada semangat untuk mengejar profit. Saya katakan tidak mungkin seorang wirausaha tidak membutuhkan profit. Jadi, jika serius untuk berwirausaha, harus siap modal terlebih dahulu.
· Ikut-ikutan dan akhirnya tidak fokus
Kebanyakan kasus “ikut-ikutan” ini adalah terjadi pada Mahasiswa yang masih mempunyai jiwa semangat untuk berbisnis. Dan pada umumnya suka mengikuti trend yang sedang berkembang. Ketika trend sudah mulai pudar maka akan mencoba fokus untuk bisnis lainnya. Menjalankan sebuah bisnis tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Harus fokus dan totalitas.
· Mudah menyerah
Memulai sebuah usaha atau bisnis, sepertinya tidak akan langsung bisa sukses. Jatuh bangun diawal merintis sebuah usaha sudah pasti ada. Jadi jangan mudah menyerah, terus belajar dari kesalahan yang ada. Meskipun usaha Anda sudah bisa berjalan sempurna, saya yakin pasti Anda akan tetap menemukan hambatan.
· Salah perhitungan biaya orperasional di awal
Saat kita memulai sebuah bisnis baru, biasanya yang sering terjadi adalah membelanjakan modal untuk membeli berbagai macam biaya operasional ataupun perlengkapan usaha yang sekiranya bisa jadi belum terlalu dibutuhkan. Atau bisa jadi Anda melakukan belanja promosi untuk usaha Anda. Tanpa disadari terlalu banyak melakukan promosi dibandingkan produksi ujung-ujungnya nanti orang akan banyak yang tahu tentang produk Anda, namun produk yang Anda miliki stock nya limit.

4. Peluang usaha apa yang dapat dibangun di lingkungan sekitarmu (mis : kampus / tempat tinggal) ?
Jawaban :
1. Membuka Usaha Toko Alat Tulis
Salah satu usaha yang sangat sesuai dan menjanjikan jika dijalankan dilingkungana dekat sekolahan adalah usaha berjualan alat tulis. Usaha yang satu ini jelas sangat dibutuhkanbukan. Para siswa pasti membutuhkan alat tulis entah itu pulpen, penggaris buku dan lain sebagainya. 

2. Membuka Jasa Fotocopy
Fotoocopy adalah jasa yang sangat dibutuhkan dilingkungan sekolahan tidak hanya siswa sekolahyang membutuhkan jasa fotocopy, bahkan bapak/ibu guru juga pasti memerlukan jasa fotocopy ini. Sehingga usaha ini layak anda coba jalankan jika tempat tinggal anda dekta dengan lingkungan sekolahan.

3. Membuka Warnet Dan Percetakan
Peluang Usaha berikutnya yang bisa kita jalankan dilingkungan sekitar sekolahan adalah usaha warnet dan percatakan, paling baik di jalankan diwilayah sekolah setingkat menengah hingga perguruan tinggi karena siswa seingkat ini sangat banyak banyaknya tugas atau laporan yang harus di kerjakan baik itu laporan pkl, tugas akhir, jilid dan lain sebagainya.

4. Kantin atau Tempat Kuliner
Sepertinya jasa yang satu ini tidak bisa dipisahkan oleh sekolahan, kantin dan ibu kantin adalah dua tokoh yang paling disukai oleh siswa. Selain itu salah satu tempat paling strategis dalam usaha kuliner ini tentu saja dilingkungan sekolahan karena saat jam istirahat akan banyak siswa pergi membeli makanan. Anda bisa menjual aneka macam kuliner, baik itu makanan maupun minuman. 
5. Toko Seragam Sekolah
Toko seragam yang saya maksud disini mencangkup keperluan sekolah seperti baju seragam, dasi, topi, peralatan pramuka dan lain lain merupakan peralatan yang sangat dibutuhkan oleh siswa sehingga usaha ini akan memiliki prospek yang baik jika anda buka dilingkungan yang dekat dengan area sekolahan.

6. Menjual Buku Buku Yang Berhubungan Dengan Pelajaran dan Pendidikan
Penting untuk diketahui banyak sekali bubu buku bacaan atau buku pelajaran yang dibutuhkan siswa atau pelajar, dan jika diperpustakaan tidak ada atau siswa mendapat tugas dari guru pasti tepat yang pertama didatangi adalah toko buku pelajaran. Anda bisa juga menjual buku buku bacaan lain seperti novel, buku cerita dan buku buku lain yang kira kira disukai dan dibutuhkan oleh para siswa.

7. Membuka Usaha Kos kosan
Usaha kos cocok didirikan dilingkungan sekolah atau kampus, karena siswa yang biasanya sudah kos dan tinggal senditi adalah setingkat SMP,SMA, dan kuliahan. Namun anda harus melihat terlebih dahulu para siswa yang ada di sekolahan tersebut, dari mana mereka berasal. Pada umumnya, sekolahan terkenal dan memiliki reputasi tinggi dipilih para siswa mekipun jarak rumah dengan sekolah yang jauh dengan begitu mereka harus kos atau tinggal diasrama. Tentu saja hal imi akan menjadi peluang bagi usaha anda, anda bisa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan cara mendirikan kos-kosan.

8. Membuka Usaha Peralatan Pendukung
Toko peralatan pendukung yang saya maksud disini adlah toko penjual peralatan pendukung untuk sekolahan, contohnya seperti toko piala, peralatan olah raga, ekstrakulikulir seperti peralatan musik, dll.

9. Jasa Antar Jemput Anak Sekolah
Umumnya jasa ini di butuhkan oleh siswa-siswi sekolahan dengan tingkatan dasar. Biasanya orang tua yang kerja tidak memiliki waktu untuk menjemput anak dari sekolahan dan disini anda bisa menawakan jasa anda.
10. Mainan
Toko mainan ini akan menjadi produk yang paling potensial karena paling di senangi anak-anak. Jajakan mainan dengan harga yang tidak terlampau mahal, karena biasanya siswa yang bersekolah tidak membawa uang jajan yang besar dan sediakan selalu mainan yang baik dan tidak membahayakan.

11. Perabotan Rumah Tangga
Perabotan rumah tangga merupakan usaha juga berpotensial karena setiap orang membutuhkan peralatan rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari yang diperlukan untuk dirumah.